Sabtu, 31 Desember 2016

Download dan rekomendasi novel Teenlit gratis

Rekomendasi dan Download Novel - Teenlit

download gratis novel, teenlit, metropop gratis tinggal klik :D cekidot....link yg belum ada nyusul ya.. hehe
 
 A Walk to Remember (Indonesia) klik disini
 Pacarku juniorku              kilk
 Esti Kinasih - Jingga Dalam Elegi klik
 Jingga dan Senja            klik
 Jingga Untuk Matahari     klik
 
 
Novel Santi Agatha
shanty Agatha - a romantic story about serena       klik
Shanty agatha - from-the-darkest-side klik   
shanty agatha - pembunuh-cahaya      klik 
shanty agatha - perjanjian-hati           klik
shanty agatha - sleep-with-the-devil    klik
shanty agatha - sweet-enemy            klik
shanty agatha - unforgiven-hero         klik
shanty agatha - youve-got-me-from-hello    klik 
 

Novel Ilana Tan
Ilana Tan - Autumn in Paris        disini
Ilana Tan - Spring in London      disini
Ilana Tan - Summer in Seoul      disini
Ilana Tan - Winter in Tokyo       disini
Ilana Tan - Sunshine Becomes You disini 
 

Jumat, 30 Desember 2016

Tips dan Menulis Artikel yang Baik

Tips dan Menulis Artikel yang Baik

Artikel adalah karangan pendek, berkisar antara 300 sampai 1.000 kata, yang membahas tema tertentu yang ditujukan untuk menyampaikan pikiran terhadap sebuah realitas, baik berupa fakta, konsep atau pendapat tertentu.
Bagaimana cara menulis artikel dengan baik? (Juga ada banyak pertanyaan tentang bagaimana cara menulis/ membuat artikel di blog, cara menulis artikel ilmiah, cara menulis artikel di koran, dll).
Hmm… sebenarnya menulis artikel dasarnya sama (termasuk artikel yang banyak ditanyakan di atas). Satu hal yang perlu diperhatikan dalam menulis artikel adalah JENIS artikel apa yang ingin anda tulis. Bila anda tidak tahu jenis artikel apa yang anda tulis, sulit diharapkan artikel anda akan berhasil menarik minat baca karena artikel anda belum jelas formatnya.

Nah, dalam sajian hangat kali ini saya akan bantu anda menjelaskan cara membuat semua jenis artikel berikut saya paparkan contohnya di hadapan anda.
Daftar Isi:

  • Langkah-langkah Menulis Artikel Secara Umum
  • Artikel Deskripsi
  • Artikel Narasi
  • Artikel Eksposisi
  • Artikel Argumentasi
  • Artikel Persuasi
  • Artikel SEO (Khusus Untuk Menulis Online)
  • Dua Jenis Penulisan
Karena tulisan ini cukup panjang, anda harus sabar membacanya. Rilekskan tubuh anda. Tarik nafas dalam dalam lewat hidung…. keluarkan pelan-pelan lewat mulut… tarik nafas lagi… keluarkan lagi… Yap, mari kita baca dan simak bersama☺☺☺☺☺☺☺
Langkah-langkah Menulis Artikel Secara Umum

Secara garis besar, langkah-langkah menulis artikel dapat kita bagi menjadi 5 poin penting berikut ini:
  1. Tentukan Tema. Tema haruslah spesifik. Semakin spesifik semakin menarik minat baca.
  2. Tetapkan Tujuan penulisan. Kebanyakan artikel, apalagi dalam artikel jenis deskripsi dan narasi, tidak menyatakan tujuan penulisan secara tersurat, melainkan tersirat.
  3. Rumuskan ide pokok atau masalah. Biasanya perumusan masalah dalam bentuk pertanyaan. Hanya saja dalam penulisan artikel deskripsi dan narasi, rumusan masalahnya tidak tersurat tapi tersembunyi dibalik alur tulisan (Nanti saya jelaskan dengan contoh di bawah).
  4. Kembangkan tema dan pembahasan sesuai dengan jenis artikel (Penjabaran lebih lanjut saya uraikan dibawah)
  5. Buatlah kesimpulan. Kesimpulan bikinnya mudah. Anda bisa membuatnya dengan baik bila logika atau alur artikel anda benar.
Demikian langkah-langkah penulisan artikel secara umum. Sedangkan langkah-langkah rincinya harus anda sesuaikan dengan bentuk atau jenis artikel yang ingin anda tulis. Sebab tiap bentuk atau jenis artikel memiliki cara penulisan berbeda.
Berikut ini saya akan jelaskan cara penulisan masing-masing bentuk atau jenis artikel beserta contohnya.

Artikel Deskripsi
Artikel deskripsi adalah karangan yang bertujuan untuk menulis gambaran suatu fakta sehingga pembaca dapat membayangkannya di dalam benak. Saya lebih suka menjulukinya sebagai artikel gambar. Sebab seratus persen artikel ini berisi gambaran keadaan, kejadian, peristiwa.

Cara Penulisan Artikel Deskripsi
  1. Tentukan objek, baik berupa keadaan atau konsep yang mau dideskripsikan
  2. Tentukan juga tujuan penulisan (tersirat).
  3. Tentukan rumusan ide pokok (tersirat).
  4. Kembangkan tulisan menjadi urut-urutan. Apakah berdasarkan urutan waktu: pagi-siang-sore; atau urutan jam 1, jam 2, jam 3; atau urutan tahun: tahun 2000, tahun 2003, tahun 2005; atau menggunakan urutan tempat: dari pinggir ke tengah; dari pangkal ke ujung; atau kita ingin memakai urutan kepentingan: dari yang paling penting, penting ke yang kurang penting.
  5. Tutup dengan paragraf yang menyimpulkan obyek yang dideskripsikan.

Oya, penulis artikel deskripsi pada contoh di atas menggunakan teknik pengembangan berdasarkan urutan tempat. Penulis menggambarkan pengalamannya ketika rekreasi ke Pantai Pulau Datuk. Dia menggambarkan indahnya perjalanan di pantai itu dari awal sampai akhir perjalanan secara runut. Si penulis ingin Anda (pembaca) melihat, merasakan, mengalami apa yang ia rasakan dan alami.

Syarat sukses membuat artikel deskripsi adalah, pertama: makin banyak indera yang kita libatkan makin baik karena pembaca akan dapat merasakan, membayangkan bahkan ikut mengalami apa yang kita deskripsikan. Dari contoh artikel di atas misalnya pada judul: Semburat Senja… Si penulis ingin kita melihat senja.
Kedua, jangan masukkan opini atau pendapat anda kedalam artikel. Dasar artikel deskripsi adalah MENGGAMBAR atau MELUKIS, jadi gambar dan lukislah apa adanya, pure alias murni mengajak pembaca untuk melihat keadaan atau realita atau pengalaman yang anda rasakan dan alami.

Artikel Narasi
Artikel jenis ini ditujukan untuk menceritakan suatu keadaan atau situasi, baik berdasarkan urutan waktu atau urutan kejadian. Saya lebih suka menamainya sebagai artikel cerita.
Ya, seperti cerita (novel, cerpen, komik, dongeng, film, drama, dll), dalam artikel narasi harus ada penokohan, seperti dalam cerita pada umumnya. Sang tokoh digambarkan sebagai sosok yang bergulat dengan masalah dan berkonflik dengan kehidupan. Dan ia berusaha memenangkan pergulatan tersebut. Adanya konflik kehidupan membuat tulisan jenis ini menarik minat baca. Sebab bila tidak ada konflik, maka sebuah narasi akan menjadi hambar.
Cara penulisan artikel narasi
  1. Tentukan tema.
  2. Tentukan tujuan (tersirat).
  3. Tentukan rumusan ide pokok (tersirat).
  4. Kembangkan tulisan dengan membuat alur cerita: awal – tengah – akhir. Bagian awal buatlah pembukaan yang menarik; bagian tengah gambarkan pergulatan hidup sang tokoh sampai pada puncak konflik alias klimaks; pada bagian akhir sudahi dengan anti klimaks dan ending.
  5. Setelah itu, buatlah anti klimaks sebagai penutup.

Syarat sukses menulis artikel narasi adalah pada kemampuan kita menyajikan konflik yang dialami tokoh cerita dan bagaimana sang tokoh menyikapi masalah itu dengan caranya sendiri. Makin hebat konflik, makin hebat sikap sang tokoh, makin menarik artikel tersebut.
Oya, dalam menulis narasi, kita (penulis) boleh menyisipkan opini atau pesan yang terkandung di dalam cerita. Hanya saja opini atau pesan tersemat, tersirat, tidak tersurat. Pesan cerita menyatu di dalam alur cerita dan tidak diumbar secara fulgar seperti artikel argumentasi. Seperti contoh pada tulisan biografi Ir. Soekarno di atas, pesan di dalam artikel menyiratkan: perjuangan tanpa kenal lelah meraih dan mempertahankan kemerdekaan.

Artikel Eksposisi
Ertikel jenis ini merupakan karangan yang bertujuan untuk menguraikan suatu topik. Dapat berupa uraian tentang definisi, fungsi, bagian dan kegunaan suatu konsep. Dapat juga berupa langkah, cara atau proses mengerjakan sesuatu. Saya lebih suka menyebutnya sebagai artikel pameran.
Saya sebut artikel pameran sebab ciri khas artikel ini adalah memamerkan poin-poin, urut-urutan angka, tahap demi tahap langkah, menjajarkan definisi, dll. Terkadang terdapat unsur opini pribadi dalam artikel jenis ini, terkadang tidak (terutama pada penjabaran definis ilmiah).

Cara Penulisan Artikel Eksposisi
  1. Tentukan tema.
  2. Tentukan tujuan (tersurat).
  3. Tentukan rumusan ide pokok (tersurat).
  4. Kembangkan tulisan sesuai tujuan. Bila karangan ditujukan untuk menjelaskan pengertian, maka kembangkan karangan dengan menyajikan data dan fakta untuk menguatkan definisi atau proses. Bila anda ingin menjelaskan cara, buatlah tahapan-tahapan dari awal sampai akhir secara sistematis. Bila anda ingin menjelaskan kegunaan, buatlah kegunaannya satu persatu. Dan bila karangan ditujukan untuk menjelaskan proses, maka detilkan prosesnya.
  5. Berikan kesimpulan
Contoh artikel ini dapat anda temukan bertebaran di internet yang berkenaan dengan: definisi, fungsi, manfaat, peran, atau artikel yang berisi panduan melakukan sesuatu alias How To. Jenis tulisan pada contoh ini adalah berjenis How To, yaitu cara menulis daftar pustaka dari internet.

Menurut saya (setelah berpengalaman menulis artikel sejak tahun 2009), artikel eksposisi khususnya jenis how to adalah artikel yang paling mudah digarap (terutama untuk menulis artikel di blog). Sebab kita menulis hal-hal yang bersifat praktis tanpa penjabaran tanpa analisa mendalam. Artikel yang mungkin agak susah adalah menulis definisi ilmiah, sebab kita benar-benar harus mencari literatur yang terpercaya untuk meyakinkan pembaca.

Artikel Argumentasi
Artikel ini berupa karangan opini (pendapat pribadi, oranisasi atau lembaga).  Penulisannya dilatarbelakangi oleh kritik terhadap suatu pendapat, keadaan atau kebijakan. Penulis biasanya akan memasukkan opini pribadi atau kelompoknya kedalam tulisan secara fulgar, tentu dengan data atau fakta yang mendukung. Sehingga pendapatnya bisa menarik dukungan dari pembaca. Saya lebih suka menjulukinya sebagai artikel pendapat.
Cara Penulisan Artikel Argumentasi
  1. Tentukan masalah/ tema.
  2. Tentukan tujuan (tersurat).
  3. Tentukan rumusan masalah (tersurat).
  4. Kembangkan karangan dengan menyajikan data dan fakta untuk menguatkan pendapat sendiri dan juga dapat melemahkan pendapat orang lain (kalau ada).
  5. Berikan kesimpulan

Sebenarnya, beropini atau berargumen itu mudah, asal alasan kita meyakinkan. Syarat sukses menulis artikel argumentasi adalah: Anda benar-benar harus menguasai masalah plus BANYAK MEMBACA. Jangan sampai kita diketawai karena ada informasi yang janggal atau tidak logis atau salah kutip atau kadaluarsa yang kita masukkan ke dalam artikel.


Artikel Persuasi
Artikel jenis ini terkenal juga dengan arikel motivasi. Sebab penulisannya bersifat membujuk alias persuasif. Efeknya dapat menggerakkan pembaca untuk melakukan atau mengikuti sesuatu dan sebaliknya meninggalkan sesuatu. Saya lebih suka menjulukinya sebagai artikel bujukan.
Artikel ini biasanya banyak digunakan oleh pebisnis, konsultan, agamawan, psikolog, terapis, pengambil kebijakan dan siapa saja yang ingin menggiring khalayak untuk mau, rela, antusias, bersemangat mengamini dan tidak menolak apa yang mereka tawarkan.

Cara Penulisan Artikel Persuasi
  1. Tentukan masalah/ tema.
  2. Tentukan tujuan (tersurat).
  3. Tentukan rumusan ide pokok (tersurat).
  4. Kembangkan karangan dengan menyajikan data dan fakta untuk meyakinkan orang lain sehingga dapat menggerakkan pembaca untuk mengerjakan kebaikan dan menjauhi keburukan.
  5. Berikan kesimpulan
Contoh artikel persuasi dapat anda lihat bertebaran di blog ini. Hampir semua artikelnya bersifat bujukan alias persuasif.

Kita akan benar-benar sukses menulis artikel jenis ini adalah: Kita harus mengalami, merasakan (atau sedikit mengalami/ merasakan) apa yang kita ingin orang lain alami dan rasakan. Sehingga kita bisa bersemangat membujuk orang untuk mengikuti pesan dalam tulisan kita. Bila kita bersemangat, pembaca juga akan bersemangat membacanya. Dan harapan kita mudah-mudahan mereka tergugah dan menyetujui ajakan kita. Walaupun mereka tidak/ belum menerapkan ajakan kita, minimal mereka setuju dan mengiyakan.

Artikel SEO
Artikel SEO adalah artikel yang ditujukan untuk mengoptimalkan pencarian kata kunci di situs search engine seperti gooogle. Ia bukanlah suatu jenis artikel tersendiri. Ia adalah artikel yang ditujukan khusus untuk menulis online di blog atau situs. Jenis artikelnya sama seperti artikel yang sudah saya sebut di atas. Artikel SEO bisa berupa deskripsi, narasi, eksposisi, argumentasi atau persuasi. Hanya saja butuh pengaturan tertentu agar mesin pencari, seperti google, mudah merayap dan menandai tema sebuah situs atau blog.

Inti dari menulis artikel SEO adalah: menerapkan aturan mesin pencari dalam menulis artikel sehingga robot perayap mesin itu mudah melacak dan merekomendasi tulisan kita tampil di halaman depan hasil pencarian.


Kamis, 03 November 2016

Pacaran? No!

Masa remaja adalah masa mencari jati diri. Banyak hormosn yang mempengaruhi, sehingga mereka cenderung untuk bergerak. Jika pun diam, bukan berarti seluruh tubuh diam, ada saja anggota tubuh lain yang bergerak. Entah itu mata untuk mengemati, mulut untuk bergosip atau tangan untuk ber-chating ria.

Masa remaja identik dengan pacaran. So, itu wajar karena mereka mulai tertarik dengan lawan jenis. Tapi mereka masih labil, Belum memikirkan dampak apa yang akan diterima untuk perbuatannya. Misalnya, kamu melempat bola bekel ke dinding pasti akan memantul. Jika kamu melemparnya dengan tenaga biasa, pasti pantulannya tidak akan kencang. Sebaliknya, jika kamu memantulkannya dengan tenaga ekstra kamu pasti akan mendapatkan pantulan yang kencang, malah orang lain yang terkena pantulan itu.

Begitu juga pacaran, saat kamu biasa saja melakiukannya atau menganggap pacar kamu teman, kamu pun mendapatkannya biasa saja. Berbeda saat kamu menjalaninya dengan menggebu-gebu menginginkan kisah seperti di Drama Korena, Novel, dan Dongeng. Apa yang kamu dapatkan? romantis? Hati bahagia? No! yang ada dia ilfil,  karena harus terus memenuhi keinanmu dan dia mulai jengah arna terus diatur olehmu.

Lalu, Apakah Harus Pacaran?

Tentu saja terserah pada kalian. Tidak diwajibkan orang untuk berpacaran. Bahkan dalam Islam sekalipun. Islam tak mengenal pacaran. Islam hanya mengenal Ta'aruf, masa perkenalan.

Bukankah Ta'aruf itu untuk orang yang akan menikah?

Tidak semuanya benar. Ta'aruf, memang diperuntukkan untuk orang-orang yang ingin menikah. Bukankah kalian juga ingin menikah? Tentusaja, bisa Ta'aruf pacarannya orang islam. Dimana seorang perempuan dan Laki-laki ingin mengetahui/ mengenal orang yang akan mendampinginya seumur hidup.

Jadi, pacaran = ta'aruf?

No. kalau pacaran tak mengenal waktu, tempat, bahkan situasi. Pacaran itu merusak moral. Coba renungkan, malukah kalian saat dibonceng pacar dan melingkarkan tangan ke badannya? gandengan di tengah umum? berciuman, atau bahkan menyerahkan tubuh dan hati kalian kepadanya?

Ta'aruf bukan sebebas itu. Ta'aruf berlandas Islam. Tak ada pegangan tangan apalagi ciuman dan sebagainya. Meski telah diikat dalam sebuah pertunangan bukan berarti si perempuan telah menjadi milik laki-laki, bahkan dalam masa itu diatur sama ketatnya. Intinya sebelum sah menjadi suami-istri, baik laki-laki atau perempuan tidak memiliki hak satu sama lain, Karena mereka masih milik orang tua masing masing.

Islam Mengatur Pergaulan Lawan Jenis:

Ajaran Islam Melarang Mendekati Zina

Allah Ta’ala berfirman,
وَلَا تَقْرَبُوا الزِّنَا إِنَّهُ كَانَ فَاحِشَةً وَسَاءَ سَبِيلًا
Dan janganlah kamu mendekati zina; sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji. Dan suatu jalan yang buruk.”(QS. Al Isro’ [17] : 32)
Dalam Tafsir Jalalain dikatakan bahwa larangan dalam ayat ini lebih keras daripada perkataan ‘Janganlah melakukannya’. Artinya bahwa jika kita mendekati zina saja tidak boleh, apalagi sampai melakukan zina, jelas-jelas lebih terlarang.
Asy Syaukani dalam Fathul Qodir mengatakan, ”Apabila perantara kepada sesuatu saja dilarang, tentu saja tujuannya juga haram dilihat dari maksud pembicaraan.”
Dilihat dari perkataan Asy Syaukani ini, maka kita dapat simpulkan bahwa setiap jalan (perantara) menuju zina adalah suatu yang terlarang. Ini berarti memandang, berjabat tangan, berduaan dan bentuk perbuatan lain yang dilakukan dengan lawan jenis karena hal itu sebagai perantara kepada zina adalah suatu hal yang terlarang.

Islam Memerintahkan untuk Menundukkan Pandangan

Allah memerintahkan kaum muslimin untuk menundukkan pandangan ketika melihat lawan jenis. Allah Ta’ala berfirman,
قُلْ لِلْمُؤْمِنِينَ يَغُضُّوا مِنْ أَبْصَارِهِمْ وَيَحْفَظُوا فُرُوجَهُمْ
Katakanlah kepada laki – laki yang beriman :”Hendaklah mereka menundukkan pandangannya dan memelihara kemaluannya.” (QS. An Nuur [24] : 30 )
Dalam lanjutan ayat ini, Allah juga berfirman,
وَقُلْ لِلْمُؤْمِنَاتِ يَغْضُضْنَ مِنْ أَبْصَارِهِنَّ وَيَحْفَظْنَ فُرُوجَهُنَّ
Katakanlah kepada wanita-wanita yang beriman : “Hendaklah mereka menundukkan pandangannya, dan kemaluannya” (QS. An Nuur [24] : 31)
Ibnu Katsir ketika menafsirkan ayat pertama di atas mengatakan, ”Ayat ini merupakan perintah Allah Ta’ala kepada hamba-Nya yang beriman untuk menundukkan pandangan mereka dari hal-hal yang haram. Janganlah mereka melihat kecuali pada apa yang dihalalkan bagi mereka untuk dilihat (yaitu pada istri dan mahromnya). Hendaklah mereka juga menundukkan pandangan dari hal-hal yang haram. Jika memang mereka tiba-tiba melihat sesuatu yang haram itu dengan tidak sengaja, maka hendaklah mereka memalingkan pandangannya dengan segera.”
Ketika menafsirkan ayat kedua di atas, Ibnu Katsir juga mengatakan,”Firman Allah (yang artinya) ‘katakanlah kepada wanita-wanita yang beriman : hendaklah mereka menundukkan pandangan mereka’ yaitu hendaklah mereka menundukkannya dari apa yang Allah haramkan dengan melihat kepada orang lain selain suaminya. Oleh karena itu, mayoritas ulama berpendapat bahwa tidak boleh seorang wanita melihat laki-laki lain (selain suami atau mahromnya, pen) baik dengan syahwat dan tanpa syahwat. … Sebagian ulama lainnya berpendapat tentang bolehnya melihat laki-laki lain dengan tanpa syahwat.”
Lalu bagaimana jika kita tidak sengaja memandang lawan jenis?
Dari Jarir bin Abdillah, beliau mengatakan,
سَأَلْتُ رَسُولَ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- عَنْ نَظَرِ الْفُجَاءَةِ فَأَمَرَنِى أَنْ أَصْرِفَ بَصَرِى.
Aku bertanya kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam tentang pandangan yang cuma selintas (tidak sengaja). Kemudian Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam memerintahkan kepadaku agar aku segera memalingkan pandanganku.” (HR. Muslim no. 5770)
Faedah dari menundukkan pandangan, sebagaimana difirmankan Allah dalam surat An Nur ayat 30 (yang artinya) “yang demikian itu adalah lebih suci bagi mereka” yaitu dengan menundukkan pandangan akan lebih membersihkan hati dan lebih menjaga agama orang-orang yang beriman. Inilah yang dikatakan oleh Ibnu Katsir –semoga Allah merahmati beliau- ketika menafsirkan ayat ini. –Semoga kita dimudahkan oleh Allah untuk menundukkan pandangan sehingga hati dan agama kita selalu terjaga kesuciannya-

Allah Memerintahkan kepada Wanita untuk Menutup Auratnya

Allah Ta’ala berfirman,
يَا أَيُّهَا النَّبِيُّ قُلْ لِأَزْوَاجِكَ وَبَنَاتِكَ وَنِسَاءِ الْمُؤْمِنِينَ يُدْنِينَ عَلَيْهِنَّ مِنْ جَلَابِيبِهِنَّ ذَلِكَ أَدْنَى أَنْ يُعْرَفْنَ فَلَا يُؤْذَيْنَ وَكَانَ اللَّهُ غَفُورًا رَحِيمًا
Hai Nabi, katakanlah kepada isteri-isterimu, anak-anak perempuanmu dan isteri-isteri orang mu’min: “Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka”. Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, karena itu mereka tidak di ganggu. Dan Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. (QS. Al Ahzab [33] : 59)
وَقُلْ لِلْمُؤْمِنَاتِ يَغْضُضْنَ مِنْ أَبْصَارِهِنَّ وَيَحْفَظْنَ فُرُوجَهُنَّ وَلَا يُبْدِينَ زِينَتَهُنَّ إِلَّا مَا ظَهَرَ مِنْهَا
Katakanlah kepada wanita yang beriman: “Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan kemaluannya, dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya, kecuali yang (biasa) nampak dari padanya.” (QS. An Nuur [24] : 31).
Berdasarkan tafsiran Ibnu Abbas, Ibnu Umar, dan Atho’ bin Abi Robbah bahwa yang boleh ditampakkan adalah wajah dan kedua telapak tangan. (Lihat Jilbab Al Mar’ah Al Muslimah, Amr Abdul Mun’im Salim)

Agama Islam Melarang Berduaan dengan Lawan Jenis

Dari Ibnu Abbas, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
لاَ يَخْلُوَنَّ رَجُلٌ بِامْرَأَةٍ إِلاَّ مَعَ ذِى مَحْرَمٍ
Janganlah seorang laki-laki berduaan dengan seorang wanita kecuali jika bersama mahromnya.” (HR. Bukhari, no. 5233)
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
أَلاَ لاَ يَخْلُوَنَّ رَجُلٌ بِامْرَأَةٍ لاَ تَحِلُّ لَهُ ، فَإِنَّ ثَالِثَهُمَا الشَّيْطَانُ ، إِلاَّ مَحْرَمٍ
Janganlah seorang laki-laki berduaan dengan seorang wanita yang tidak halal baginya karena sesungguhnya syaithan adalah orang ketiga di antara mereka berdua kecuali apabila bersama mahromnya. (HR. Ahmad no. 15734. Syaikh Syu’aib Al Arnauth mengatakan hadits ini shohih ligoirihi)

Jabat Tangan dengan Lawan Jenis Termasuk yang Dilarang

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu , Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
كُتِبَ عَلَى ابْنِ آدَمَ نَصِيبُهُ مِنَ الزِّنَى مُدْرِكٌ ذَلِكَ لاَ مَحَالَةَ فَالْعَيْنَانِ زِنَاهُمَا النَّظَرُ وَالأُذُنَانِ زِنَاهُمَا الاِسْتِمَاعُ وَاللِّسَانُ زِنَاهُ الْكَلاَمُ وَالْيَدُ زِنَاهَا الْبَطْشُ وَالرِّجْلُ زِنَاهَا الْخُطَا وَالْقَلْبُ يَهْوَى وَيَتَمَنَّى وَيُصَدِّقُ ذَلِكَ الْفَرْجُ وَيُكَذِّبُهُ
Setiap anak Adam telah ditakdirkan bagian untuk berzina dan ini suatu yang pasti terjadi, tidak bisa tidak. Zina kedua mata adalah dengan melihat. Zina kedua telinga dengan mendengar. Zina lisan adalah dengan berbicara. Zina tangan adalah dengan meraba (menyentuh). Zina kaki adalah dengan melangkah. Zina hati adalah dengan menginginkan dan berangan-angan. Lalu kemaluanlah yang nanti akan membenarkan atau mengingkari yang demikian.” (HR. Muslim no. 6925)
Imam Nawawi –seorang ulama besar Syafi’iyyah- berkata,
”Makna hadits ini adalah bahwa anak Adam telah ditetapkan bagian untuk berzina. Di antaranya ada yang berbentuk zina secara hakiki yaitu memasukkan kemaluan kepada kemaluan yang haram. Di samping itu juga ada zina yang bentuknya simbolis (majas) yaitu dengan melihat sesuatu yang haram, mendengar hal-hal zina dan yang berkaitan dengan hasilnya; atau pula dengan menyentuh wanita ajnabiyah (wanita yang bukan istri dan bukan mahrom) dengan tangannya atau menciumnya; atau juga berjalan dengan kakinya menuju zina, memandang, menyentuh, atau berbicara yang haram dengan wanita ajnabiyah dan berbagai contoh yang semisal ini; bisa juga dengan membayangkan dalam hati. Semua ini merupakan macam zina yang simbolis (majas). Lalu kemaluan nanti yang akan membenarkan perbuatan-perbuatan tadi atau mengingkarinya. Hal ini berarti ada zina yang bentuknya hakiki yaitu zina dengan kemaluan dan ada pula yang tidak hakiki dengan tidak memasukkan kemaluan pada kemaluan, atau yang mendekati hal ini. Wallahu a’lam” (Syarh An Nawawi ‘ala Muslim)
Jika kita melihat pada hadits di atas, menyentuh lawan jenis -yang bukan istri atau mahrom- diistilahkan dengan berzina. Hal ini berarti menyentuh lawan jenis adalah perbuatan yang haram karena berdasarkan kaedah ushul ‘apabila sesuatu dinamakan dengan sesuatu lain yang haram, maka menunjukkan bahwa perbuatan tersebut adalah haram.” (Lihat Taysir Ilmi Ushul Fiqh, Abdullah bin Yusuf Al Juda’i)

Meninjau Fenomena Pacaran

Setelah pemaparan kami di atas, jika kita meninjau fenomena pacaran saat ini pasti ada perbuatan-perbuatan yang dilarang di atas. Kita dapat melihat bahwa bentuk pacaran bisa mendekati zina. Semula diawali dengan pandangan mata terlebih dahulu. Lalu pandangan itu mengendap di hati. Kemudian timbul hasrat untuk jalan berdua. Lalu berani berdua-duan di tempat yang sepi. Setelah itu bersentuhan dengan pasangan. Lalu dilanjutkan dengan ciuman. Akhirnya, sebagai pembuktian cinta dibuktikan dengan berzina. –Naudzu billahi min dzalik-. Lalu pintu mana lagi paling lebar dan paling dekat dengan ruang perzinaan melebihi pintu pacaran?!
Mungkinkah ada pacaran Islami? Sungguh, pacaran yang dilakukan saat ini bahkan yang dilabeli dengan ’pacaran Islami’ tidak mungkin bisa terhindar dari larangan-larangan di atas. Renungkanlah hal ini!

Mustahil Ada Pacaran Islami

Salah seorang dai terkemuka pernah ditanya, ”Ngomong-ngomong, dulu bapak dengan ibu, maksudnya sebelum nikah, apa sempat berpacaran?”
Dengan diplomatis, si dai menjawab,”Pacaran seperti apa dulu? Kami dulu juga berpacaran, tapi berpacaran secara Islami. Lho, gimana caranya? Kami juga sering berjalan-jalan ke tempat rekreasi, tapi tak pernah ngumpet berduaan. Kami juga gak pernah melakukan yang enggak-enggak, ciuman, pelukan, apalagi –wal ‘iyyadzubillah- berzina.
Nuansa berpikir seperti itu, tampaknya bukan hanya milik si dai. Banyak kalangan kaum muslimin yang masih berpandangan, bahwa pacaran itu sah-sah saja, asalkan tetap menjaga diri masing-masing. Ungkapan itu ibarat kalimat, “Mandi boleh, asal jangan basah.” Ungkapan yang hakikatnya tidak berwujud. Karena berpacaran itu sendiri, dalam makna apapun yang dipahami orang-orang sekarang ini, tidaklah dibenarkan dalam Islam. Kecuali kalau sekedar melakukan nadzar (melihat calon istri sebelum dinikahi, dengan didampingi mahramnya), itu dianggap sebagai pacaran. Atau setidaknya, diistilahkan demikian. Namun itu sungguh merupakan perancuan istilah. Istilah pacaran sudah kadong dipahami sebagai hubungan lebih intim antara sepasang kekasih, yang diaplikasikan dengan jalan bareng, jalan-jalan, saling berkirim surat, ber SMS ria, dan berbagai hal lain, yang jelas-jelas disisipi oleh banyak hal-hal haram, seperti pandangan haram, bayangan haram, dan banyak hal-hal lain yang bertentangan dengan syariat. Bila kemudian ada istilah pacaran yang Islami, sama halnya dengan memaksakan adanya istilah, meneggak minuman keras yang Islami. Mungkin, karena minuman keras itu di tenggal di dalam masjid. Atau zina yang Islami, judi yang Islami, dan sejenisnya. Kalaupun ada aktivitas tertentu yang halal, kemudian di labeli nama-nama perbuatan haram tersebut, jelas terlelu dipaksakan, dan sama sekali tidak bermanfaat. (Diambil dari buku Sutra Asmara, Ust Abu Umar Basyir)

Pacaran Mempengaruhi Kecintaan pada Allah

Ibnul Qayyim menjelaskan,
”Kalau orang yang sedang dilanda asmara itu disuruh memilih antara kesukaan pujaannya itu dengan kesukaan Allah, pasti ia akan memilih yang pertama. Ia pun lebih merindukan perjumpaan dengan kekasihnya itu ketimbang pertemuan dengan Allah Yang Maha Kuasa. Lebih dari itu, angan-angannya untuk selalu dekat dengan sang kekasih, lebih dari keinginannya untuk dekat dengan Allah”.

Pacaran Terbaik adalah Setelah Nikah

Islam yang sempurna telah mengatur hubungan dengan lawan jenis. Hubungan ini telah diatur dalam syariat suci yaitu pernikahan. Pernikahan yang benar dalam islam juga bukanlah yang diawali dengan pacaran, tapi dengan mengenal karakter calon pasangan tanpa melanggar syariat. Melalui pernikahan inilah akan dirasakan percintaan yang hakiki dan berbeda dengan pacaran yang cintanya hanya cinta bualan.
Dari Ibnu Abbas, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
لَمْ نَرَ لِلْمُتَحَابَّيْنِ مِثْلَ النِّكَاحِ
Kami tidak pernah mengetahui solusi untuk dua orang yang saling mencintai semisal pernikahan.” (HR. Ibnu Majah no. 1920. Dikatakan shohih oleh Syaikh Al Albani)
Kalau belum mampu menikah, tahanlah diri dengan berpuasa. Rasulullah shallalahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
مَنِ اسْتَطَاعَ الْبَاءَةَ فَلْيَتَزَوَّجْ ، فَإِنَّهُ أَغَضُّ لِلْبَصَرِ وَأَحْصَنُ لِلْفَرْجِ ، وَمَنْ لَمْ يَسْتَطِعْ فَعَلَيْهِ بِالصَّوْمِ ، فَإِنَّهُ لَهُ وِجَاءٌ
Barangsiapa yang mampu untuk menikah, maka menikahlah. Karena itu lebih akan menundukkan pandangan dan lebih menjaga kemaluan. Barangsiapa yang belum mampu, maka berpuasalah karena puasa itu bagaikan kebiri.” (HR. Bukhari dan Muslim)
Ibnul Qayyim berkata, ”Hubungan intim tanpa pernikahan adalah haram dan merusak cinta, malah cinta di antara keduanya akan berakhir dengan sikap saling membenci dan bermusuhan, karena bila keduanya telah merasakan kelezatan dan cita rasa cinta, tidak bisa tidak akan timbul keinginan lain yang belum diperolehnya.”

Sabtu, 06 Agustus 2016

Thanks God - Jodoh Manusia dan Syukur

Thanks God - Jodoh Manusia dan Syukur

Selamat pagi semua. Semoga Tuhan meberi kesehatan pada kalian. Pada kesempatan kali ini aku akan mengutarakan opiniku tentang Jodoh. Tentu saja Jodoh yang Tuhan beri. Meski pun aku sendiri belum berjupa dengannya.



“Dan Allah menciptakan kamu dari tanah kemudian dari air mani, kemudian Dia menjadikan kamu berpasangan (laki-laki dan perempuan). dan tidak ada seorang perempuanpun mengandung dan tidak (pula) melahirkan melainkan dengan sepengetahuan-Nya. dan sekali-kali tidak dipanjangkan umur seorang yang berumur panjang dan tidak pula dikurangi umurnya, melainkan (sudah ditetapkan) dalam kitab (Lauh Mahfuzh). Sesungguhnya yang demikian itu bagi Allah adalah mudah.” (QS. Faatir: 11)
 
 Dalam QS. Faatir ayat 11 sudah dijelaskan sejelas-jelasnya. Bahwa kita (manusia) diciptakan oleh Allah (Tuhan) berawal dari tanah dari kemudian air mani. Penciptaan manusia dari tanah oleh Allah adalah Adam as. sedangkan keturunannya dicitakan oleh Allah dari air mani (sperma).

Tidak perlu saya jelaskan proses penciptaan manusia, karena kalian pun telah tahu saat pelajaran IPA (Biologi) tenteng reproduksi.

"Kemudian Dia menjadikan kamu berpasangan (laki-laki dan perempuan)."
Dari kalimat ini sudah jelas bahwa Dia menciptakan manusia untuk saling bersama, berpasangan. Dalam Islam tidak hanya ada dua jenis kelamin, laki-laki dan perempuan. Hal itu sudah mutlak ketentuan Allah.

Berbicara tentang jodoh, sebenarnya kita tak perlu khawatir dengan Jodoh kita. Kenapa? Karena Allah telah menuliskannya di Loh Mahfuz bersamaan dengan kelahiran, kematian dan rezeki kita, jauh sebelum kita diciptakan. Ketentuan Allah itu mutlak dan tak akan bisa kita ubah, namun ada ketentuan yang dapat diubah selain di atas.

Jodoh tidak mutlak harus berpacaran. Karena dalam Quran, as-Sunnah dan ijma sekalipun tidak ada dalil yang mengharuskan manusia untuk berpacaran. Bahkan menurut ulama pacaran itu adalah dosa. Kenapa? Saat laki-laki atau perempuan yang saling pandang dapat mendatangkan dosa, lalau bagaimana dengan hal lainnya. Bukankah jauh lebih dosa?

Menurutku Pacaran itu tidak menimiki manfaat. Meski aku belum pernah merasakan seperti apa itu pacaran. Tapi aku pun pernah lah merasakan jatuh cinta. Rasanya nano-nano. Ada manis, asin, asam dan pahitnya. Sama sekali tak enak. Manisnya tuh saat si dia pandang aku terus ngajak ngobrol. Asinnya tuh, saat si dia terima fotocopian yang ku beri terus ngasih senyum, bikin nagih. Asamnya tuh, saat si dia ngajakin belajar bareng, bisa deket deket kan? Dan pahitnya tuh, saat dia cuma manfaatin aku, terus mulai deh bully saat temen temennya saat ketahuan layar Laptop majang mukanya. dan yang paling nyakitin tuh si dia pamer kemesraan sama pacarnya.

Aku bersyukur udah ga ketemu dia lagi. Kami terpisah oleh jarak yang lumayan jauh (eh kok curhat!)

Mungkin diantara kalian ada yang sudah berpacaran? Menurut kalian kenapa sih kalian pacaran?

Pacaran tuh ya, hanya perasan nafsu yang ingin deket dengan cewek/ cowok yang disukai doang. Kenapa harus pacaran, sedangkan kita bisa halalin dia. Eh jangan salah kaum cewek, melamar cowok. Ga usah malu kali, jika kamu serius dengan si dia untuk jadi pendampin seumur hidupmu kenapa engga? toh, bukannya pacaran juga ingin bersama orang yang kita sayang dan cinta?

Kenapa halalin sekalian aja, dari pada kalian di grebeg satpol pp, atau bahkan diarak oleh warga keliling desa karena ketahuan yang engaga-engga.

Sebenarnya ada alternatif untuk tidak pacaran, tapi langsung menikah. Pertama, tentu aja kita cari cowok/ cewek yang baik luar dalam. Cowok yang baik bisa dilihat bagaimana dia memperlakukan ibunya dan sodara perempuannya. Sedangkan cewek yang baik dilihat dari bagaimana masa lalu, cara berucap dan bagaimana memperlakukan orang-orang disekitar. Tapi, tidak selamanya cewek/cowok yang baik di lihat dari luar, kadang kita harus tahu seperti apa dia dididik oleh keluarganya.

Kedua, Lihat deh dengan siapa dia bergaul. Kalian bisa tanya-tanya tuh sama temannya seputar si dia. Tapi inget jangan terlalu mencolok, kadang tuh orang terlalu kepo dengan urusan orang lain.

Ketiga, pendidikan. Pendidikan di sini bukan berpatok seberapa tinggi pendidikan. Tapi tidak bisa dipungkiri pendidikan berpengaruh dengan pola pikirnya. Misal seseorang yang lulusan SMK dan seseorang yang lulusan SMA memiliki pola pikir yang berbeda. Dimana SMK tuh di persiapkan untuk bekerja sedangkan SMA kebanyakan dipersiapkan untuk menuruskan ke jenjeng yang lebih tinggi. Lah saat sudah menikah dan memiliki anak pasti pola asuhnya akan berbeda. Yang satu bekerja sambil menitipkan anaknya ke neneknya dan yang satunya menitipkan ke sekolah.

Keempat, Usia. Carilah pasangan yang sebaya. tidak terlalu muda dan tidak terlalu tua. Tapi jika dapat mengimbangi kita tak masalah.

Saya ingatkan, bukan berarti seseorang yang telah cerai itu tak berjodoh. Tapi memang segitu batas waktunya. Yakinlah Allah pasti akan memberikan laki-laki atau perempuan yang terbaik untuk kita. jangan karena belum memiliki pasangan di kepala 3 kita mencari pasangan yang asal-asalan. Carilah pasangan yang menerima kita apa adanya, benar perkataan dan tingkahlakunya, mampu bertanggung jawab, dan menegakkan Islam diatas segalanya. karena dia cinta kepada Allah, dia menikahimu.

Mungkin sekian corat-caret tidak bermutu ini. semoga bermanfaat.