Jumat, 14 November 2014

Time

prolog
Bisakah waktu tetap diam tanpa bergerak maju atau mundur, dan bisakah memori yang pernah terjadi terhapus atau seolah tak pernah terjadi. Seolah tak akan pernah ada kejadian yang buruk teringat olehnya? Bisakah dunia ini cepat berakhir dan dia dapat hidup di surga dengan bahagia? Bisakah dia menghadapi kenyataan yang ada di dalam dirinya, bahwa sumua itu benar-benar terjadi? Bisakah dia mengalahkan semua rasa takutnya?
Dia tahu Alloh, pasti akan memberikan cobaan pada setiap makhluk yang bernyawa. Dia tahu, Alloh sedang mengujinya untuk melihat seberapa pantas dirinya untuk-Nya. Tapi bisakah dia menolak ujian itu? Tidak, itu pasti akan terjadi dan dia harus menjalaninya dengan penuh kesabaran dan juga hati yang ikhlas. Karena ia yakin Alloh pasti akan membantunya menyelesaikan semua itu.
Di akhir hidupnya dia berusaha menjadi yang terbaik dari yang terbaik agar dapat mendapat tempat disisi-Nya. Dia berusaha dengan keraas untuk melawan penyakitnya. Penyakit yang mematikan bagi siapa saja yang memilikinya. Dia ingin melihat orang-orang yang ada di sekitarnya merasakan kebahagiaan yang dia buat dengan tangan mungilnya.
Di sisa hidupnya, dia habiskan dengan bekerja untuk keluargangnya yang ada jauh darinya. Bahkan keluarganya pun tak tahu tentang penyakit yang dideritanya, dia berusaha menutupi dari semua orang. Dia titdak ingin dikasihani oleh orang. Meski dia jauh dari keluarga, tak pernah mangeluh dan berusaha mandiri.

Dia memang bukan berasal dari Korea, tapi mereka menerimanya dengan baik. Tapi satu yang mereka sedikit takutkan, penampilannya. Benar, pakaiannya tertutup hanya memperlihatkan wajah dan telapak tangannya saja. Itu yang membuat mereka agak takut padanya, apalagi orang yang baru mengenalnya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar