Bisakah waktu tetap diam tanpa
bergerak maju atau mundur, dan bisakah memori yang pernah terjadi terhapus atau
seolah tak pernah terjadi. Seolah tak akan pernah ada kejadian yang buruk
teringat olehnya? Bisakah dunia ini cepat berakhir dan dia dapat hidup di surga
dengan bahagia? Bisakah dia menghadapi kenyataan yang ada di dalam dirinya,
bahwa sumua itu benar-benar terjadi? Bisakah dia mengalahkan semua rasa
takutnya?
Dia tahu Alloh, pasti akan
memberikan cobaan pada setiap makhluk yang bernyawa. Dia tahu, Alloh sedang
mengujinya untuk melihat seberapa pantas dirinya untuk-Nya. Tapi bisakah dia
menolak ujian itu? Tidak, itu pasti akan terjadi dan dia harus menjalaninya
dengan penuh kesabaran dan juga hati yang ikhlas. Karena ia yakin Alloh pasti
akan membantunya menyelesaikan semua itu.
Di akhir hidupnya dia berusaha
menjadi yang terbaik dari yang terbaik agar dapat mendapat tempat disisi-Nya.
Dia berusaha dengan keraas untuk melawan penyakitnya. Penyakit yang mematikan
bagi siapa saja yang memilikinya. Dia ingin melihat orang-orang yang ada di
sekitarnya merasakan kebahagiaan yang dia buat dengan tangan mungilnya.
Di sisa hidupnya, dia habiskan
dengan bekerja untuk keluargangnya yang ada jauh darinya. Bahkan keluarganya
pun tak tahu tentang penyakit yang dideritanya, dia berusaha menutupi dari
semua orang. Dia titdak ingin dikasihani oleh orang. Meski dia jauh dari
keluarga, tak pernah mangeluh dan berusaha mandiri.
Dia memang bukan berasal dari Korea,
tapi mereka menerimanya dengan baik. Tapi satu yang mereka sedikit takutkan,
penampilannya. Benar, pakaiannya tertutup hanya memperlihatkan wajah dan
telapak tangannya saja. Itu yang membuat mereka agak takut padanya, apalagi
orang yang baru mengenalnya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar